Derita Ibu Pertiwi


Demo lagi….lagi-lagi demo…

kenapa ibu pertiwi ini terus menerus harus menanggung beban kehidupan,
yang entah kenapa saya pikir itu karena ulah manusia itu sendiri.

disaat semua musibah terjadi dan terus terjadi,
mata kita seakaan dibutakan oleh kenyamanan diri sendiri

kita lupa, bahwa dulu kita saling bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini.
tapi entah kini, semua itu serasa tiada berarti lagi….
darah para pahlawan itu laksana hujan ditengah padang pasir,

tapi kini…semua orang tampaknya semakin egois saja.

dan kini….semua orang memiliki pendapat masing-masing,
tentang arti kemerdekaan, kesejahteraan, dan kemakmuran….

entah kenapa kita sulit sekali bersatu untuk bangkit lagi…

mimpi itu masih jauh…
seperti harga-harga kebutuhan pokok yang kian hari, kian melambung saja….
rakyat menjerit…..tak ubahnya dulu ketika masa penjajahan berjaya di bumi indonesia ini.

kenapa?

kenapa justru pemerintah, sebagai pengayom masyarakat…
malah dengan seenaknya sendiri memutuskan bahwa itu yang terbaik,
menaikkan harga bbm….

entah politik apa dibalik semua itu…

maklum saja,…saya orang awam…
masih buta dengan yang namanya ekonomi dan politik,
saya juga tak pernah tahu arti dari kebijakan pemerintah itu sendiri.

sebuta anak-anak indonesia yang tak pernah mengecam bangku pendidikan.

sangat memalukan,
bahwa bangsa ini besar…
tapi tidak pernah bisa bangkit dari keterpurukan sosial….

demo….
semua demo….
mereka semua memperjuangkan nasib rakyat,
tapi kini apa sih arti dari demonstrasi?
yang katanya dulu adalah cara yang bisa dilakukan untuk menyampaikan aspirasi rakyat…
tapi kini semua itu sama saja…

bahkan….
orang-orang pilihan rakyat…para wakil rakyat itu malah tenang-tenang saja duduk di kursinya,
tanpa pernah merasa harus tahu, dan paham akan penderitaan rakyat kecil seperti kita ini.

haduuuuuuuuuhhhhhhhh….
kenapa siy, kita tak pernah bisa satu pendapat…
dan memikirkan nasib rakyat ini?

negara tercipta karena adanya masyarakat yang berada dalam satu wilayah dan memiliki pemerintahan.
kalo tidak ada rakyat….
it’s mean….gak akan ada negara….
gak ada rakyat…..so gak akan ada yang namanya kepala negara….

kesatuan dan persatuan itu kini serasa hanya sebuah semboyan saja.
yang terus-menerus di sisipkan kedalam otak generasi muda,
tanpa mereka tahu dan mengerti arti dari semboyan itu…

mahasiswa….agent of change….
tapi karena aspirasi mereka yang tidak pernah didengar oleh pemerintah,
berbuah anarkhis…..
seperti sebuah pemberontakan…
jiwa mereka yang masih labil memudahkan semua ilfiltrasi kedalam sendi-sendi kehidupannya.
mereka sebenarnya baik….
dan mereka lah yang akan selalu memperjuangkan nasib kita,
tapi kadang kita juga malah tidak setuju dengan aksi-aksi radikal mereka…

pusiiingg………

negara ini memang butuh seorang pemimpin yang bisa menyatukan kita semua,
karena kita itu satu bangsa…
dan sebenarnya cita-cita kita itu sama…
tapi alangkah mudahnya jika semua saling mengerti,

dan demo itu tak perlu lagi anarkhis…
karena kita adalah negara yang demokratis….
bukan komunis……..

sudahlah………
dari pada nanti semua ini jadi ruyam…
mungkin ini hanya akan tinggal sebagai perspektif seorang awam dalam memahami kejamnya dunia ini….

bangsa ku…tanah air ku…..
jangan pernah bosan untuk selalu memberikan kehidupan kepada kami semua……..

ditulis waktu anget-angetnya demo BBM naek….diposting ulang tanggal27Mei’09

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: