Why Me?


Seharian ini, Sungailiat di guyur hujan terus menerus.

Mungkin langit tahu bahwa aku sedang sedih.

Entah,…aku sendiri pun bahkan tidak tahu apa sebenarnya yang membuatku sesedih ini.

Tadi pagi, aku bangun dengan semangat membara.

Tapi entah juga, kenapa seharian ini aku merasa galau.

Hati ini tidak tenang, dan merasa ada sesuatu yang mengusik dalam benak kalbu ku.

Aku,..

Aku merasa..bahwa aku dan dia semakin jauh saja.

Bagaimana tidak?

Dia dan aku terpisahkan oleh laut yang membentang.

Jarak jauh tak terelakkan,…

Sengaja aku tidak memberi kabar kepadanya.

Karena aku tahu, mungkin dia tidak ingin mendengar sesuatu apa pun dari ku.

Aku…hanya ingin tahu, bahwa masihkah dia setia dan menungguku disana..?

Oh, angin,….kabarkan kepadanya bahwa aku selalu merindunya.

Cinta ini membuatku sakit.

Sangat sakit….

Kadang terasa sesak menghimpit di dada ini.

Aku tahu, cinta ku hanya sederhana.

Aku,…

Aku benci kata-kata romantis yang penuh tipu daya.

Aku…

Aku benci dengan semua janji-janji manis yang penuh kepalsuan.

Cinta….

Apakah aku masih cinta dia?

Apakah sebenarnya aku sayang dia?

Bukankah aku selalu cemburu dan marah kepadanya?

Ketika dia berasik-asik dengan teman-teman barunya?

Aku…

Aku kadang cemburu,..

Cemburu karena dia bisa meluangkan banyak waktu dengan yang lain,

Dan tidak dengan ku…

Apakah itu cinta?

Semakin aku bertanya, semakin pula aku sedih dan kecewa.

Ketika mendapatkan apa yang aku harapkan ternyata tidak sesuai dengan keinginanku.

kadang aku selalu berkata dalam hati,..”berhentilah bertanya dan

Mungkin memang benar kata pepatah yang menyebutkan, bahwa “kadang ada hal-hal yang seharusnya tidak kita ketahui, mengetahuinya dan mencoba untuk menjawab semua rasa ingin tahu kita malah hanya akan membuat hati kecewa”.

Cinta…

Sebuah perwujudan dari kasih sayang antar sesama.

Tapi entah kenapa, banyak juga yang selalu mempermainkan arti cinta itu sendiri.

Kadang aku bosan bermain-main dengan cinta,

Sayang…semua itu hanya berakhir begitu saja.

Tanpa hasil akhir yang membuat ku tersenyum.

Pada akhirnya aku sendiri.

Termenung….

Dan terdiam dalam sepi.

One thought on “Why Me?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: