I Believe


Aku datang, dengan perasaan yang senang. Tetapi hari itu juga aku berubah menjadi sedih. Aku tahu, dia sekarang tidak untuk ku. Aku hanya bisa diam.
Seketika itu juga, aku yang dulunya mencintainya,….berubah menjadi sangat membencinya.
Aku benci dia, karena dia tidak untukku saat itu.
Aku membencinya karena dia tak lagi memperhatikanku.
Aku hanya bisa diam….karena aku tak bisa berteriak meminta semuanya kembali seperti dulu.
Hanya diam, tatapan kosong dan hampa menyapu ruangan studio itu.
Aku ingin bisa melepasnya pergi,…dan aku juga ingin segera bisa menjauh darinya.
Dari kehidupannya…dan melakukan semuanya yang aku inginkan.
Aku membencinya….enam tahun yang lalu.
Dan entah setan apa yang bertindak, perlahan-lahan kebencian itu memudar…menjadi sebuah cinta dan sayang yang dalam kepadanya.
Aku mencintainya kala itu….sangat mencintainya dan menyayanginya.
Hingga akhirnya beberapa waktu yang lalu aku tersadar, bahwa dia telah berubah.
Cinta itu telah mati, dan kini…kita berdua hanya dua orang yang saling membenci dan tidak mau mengenal satu sama lain/.
Tuhan….aku benar-benar tidak tahu apa yang Engkau rencanakan.
Tapi aku percayakan semua nasib dan jodohku kepada Mu…
Karena aku percaya..Engkau telah merancang sesuatu yang indah dalam hidupku suatu saat nanti.
Aku percaya itu….
Kini…..aku melangkah lagi….melangkahkan kakiku dengan perlahan tapi pasti, untuk membuat semua impian ku tercapai….semoga….aku bisa mendapatkan kebahagiaan sejatiku suatu saat nanti..amiin…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: