Cinta untuk Berdua


Cintaku itu….

Cinta buat ku adalah sesuatu yang sangat indah, klasik, nyeni, dan agak-agak sedikit berasa nanonano….

Kadang aku tertawa bersamanya,

Kadang dia bahkan membuatku meneteskan air mata,

Entah itu air mata senang, sedih, terharu…semua menjadi satu mengharu-biru.

Dia…..

Dia itu entahlah….aku juga masih sedikit bingung dengannya.

Dia yang dulu sangat senang membolos sekolah, hingga akhirnya bisa masuk kuliah di UGM, yang menurutku itu suatu hal yang fantastis…. “Wowww…..apa benar?”

Padahal masih segar dalam ingatan ku peristiwa enam tahun yang lalu,

Dimana dia hampir saja tidak lulus ujian akhir,

Yang pada akhirnya malah cinta itu membuatnya bangkit dan berjuang, mengalahkan ku.

Cinta Dia untuk ku….

Cintanya dulu sangat membuatku luluh.

Dengan segenap rasa dan jiwa *agak lebay* semua perhatiannya yang tercurah seutuhnya untuk diriku seorang, telah mengalahkan rasa takutku kepada Ibu.

Bukan maksudku aku berniat untuk menjadi anak durhaka Ibu….

Tapi dia hanya butuh aku disampingnya.

Cinta dia waktu itu sangat indah, manis dan memberikan banyak kenangan indah.

Hingga suatu saat…..

Cintanya terbagi dua, tiga atau empatkah?

Cintanya untuk ku mulai terbagi,

Dan dikala itu, aku sendiri sudah mulai meragukan lagi kesetiaannya.

Dia,…entah sengaja atau tidak sengaja telah membuatku menangis.

Bukan hanya di suatu malam itu saja, tapi malam-malam berikutnya.

Dia hanya diam, ketika aku selalu bertanya tentang kebenarannya.

Dan kadang, kata “Maaf” itu sedikit tidak mempunyai arti lagi bagiku.

Yang kutahu aku telah tersakiti, titik!

Cinta ku memasuki jalan baru

Cinta ku telah dewasa, sungguh….

Dia telah dewasa kala itu.

Telah bisa berpikir, dan bertanggung jawab terhadap hidupnya.

Cinta….dia mulai bekerja.

Sungguh, aku sungguh berharap aku selalu ada disampingnya waktu itu.

Tapi, sungguh itu juga hal yang mustahil tercapai.

Karena aku ada disini,

Terpisah sejauh berpuluh-puluh kilometer,

Terpisah oleh lautan,

Apa mau dikata,

Cinta dia untuk ku perlahan tapi pasti mulai redup,

Dan cintaku untuknya?

Cintaku untuknya tak pernah padam, bagaikan lilin, aku selalu berharap dan bersedia mengorbankan jiwaku untuknya,

Menuntunnya kearah yang semestinya,

Aku berharap….hanya berharap…..

Cinta….dia tetap saja menolak ku….

Menjauhkan ku dari semua problema hidupnya,

Aku sedih, aku merasa bahwa aku bukanlah orang teristimewa baginya.

Dia,…tetap saja membenciku,

Bahkan semua yang telah kulakukan dan apa pun yang aku kerjakan selalu salah dimatanya.

Air mata ini jatuh juga,

Tak bisa kubendung lagi lautan emosi yang sangat menyayat hati ku, sangat pilu, perih, sakit,

Cinta…dia telah ber”Metamorfosis”

Dia terjatuh juga kala itu,

Dan aku tak ada disampingnya,

Masih disini, terpisah jarak berpuluh-puluh kilometer.

Hanya melalui pesan singkat aku mulai berkomunikasi dengannya,

Yang akhirnya dia berkeinginan untuk kesini,

Melihatku lebih dekat,

Eheeemmm……lebih tepatnya ingin “refreshing”

Aku menanti kedatangannya disalah satu Bandara di kota ini,

Dan mulailah, hari demi hari dia selalu ada untukku.

Aneh,…

Aku merasakan aneh waktu itu,,…

Aku yang terbiasa mandiri, harus bergantung kepadanya,

Bahkan untuk hal yang biasanya aku sendiri pun bisa mengerjakannya.

Cinta….dia telah berubah….

Hampir tiga minggu dia disini….

Selalu disampingku,

Dan apa kabar cinta?

Oohhh…..dia mencintaiku lagi,

Cinta…..dia jatuh cinta lagi kepadaku….

Sedikit aneh, dan diluar dugaan….

Sampai akhirnya keluar juga hal yang kunanti-nantikan,

Dia berkomitmen dengan ku…

Sungguh, cinta…..

Waktu itu aku menangis,

Tak bisa berkata sepatah kata pun,

Hanya mata ini yang bisa menjawab ajakannya,

Mulut ini bahkan terkunci rapat,

Air mata mulai meleleh membasahi pipiku lagi,

Tapi ini beda,

Kali ini benar-benar beda,

Dia….dia….dia yang sangat jahat itu,

Telah jatuh cinta lagi kepadaku,

Kini,

Hanya cinta yang selalu kita *aku dan dia* bagikan,

Walau dia telah kembali ke kota itu….

Tapi tetap, cinta kita semakin kuat….

Cinta…..aku benar-benar merasakan jatuh cinta yang indah bersamanya….

Dan semoga…kali ini, kita bisa melangkah lebih jauh lagi, amiin….

Tetaplah menjadi pelita kita, cinta…..

Hanya cinta…..

Cinta untuk Berdua

Pangkalpinang, 26 September 2010
Dimalam yang sepi dan berasa sangat cepat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: